Ternyata, Ketua MUI Makassar Pernah Jadi Wartawan

MUI Makassar.id – Tak dinyana, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, Anregurutta KH. Baharuddin, MS ternyata pernah menjadi wartawan atau jurnalis. Hal itu diceritakannya saat menutup Pelatihan Jurnalistik MUI Makassar di Hotel Remcy, Jalan Boulevard, Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/8/2021).


KH Baharuddin memimpin MUI Makassar sejak 2015, menggantikan KH Mustamin Arsyad. Ia berkisah, awalnya mengikuti kursus tertulis menjadi wartawan di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Tak berselang lama, ia berhasil mendapatkan kartu wartawan dari Surat Kabar Sinar Harapan, salah satu surat kabar tertua di Indonesia.


Tulisan Baharuddin juga pernah dimuat di Majalah Harmonis, majalah yang terbit di era 1970-an. Salah satu pengalaman yang berkesan adalah saat diterbitkan tulisannya yang berkisah tentang pertemuan pencopet dan pimpinan ulama.


“Saya masih ingat persis, pernah menulis tentang bertemunya pencopet dengan pimpinan ulama. Tulisan tersebut kemudian dimuat di Majalah Harmonis,” kenangnya.


Untuk memotivasi peserta pelatihan, KH. Baharuddin pun bercerita peran wartawan di masa nabi yang sangat strategis. Ia mengatakan bahwa wartawan ada sejak masa nabi. Bahkan, di masa itu laporan wartawan dalam Perang Badar sangat lengkap. Misal tentang berapa jumlah korban, para korban menderita mengalami luka di bagian mana saja dan sebagainya.


Dceritakknya, di masa nabi, ada seorang wartawan yang paling hebat bernama Zaid bin Tsabit. Zaid adalah sahabat nabi  yang tak pernah alpa mengikuti semua peperangan Rasulullah, termasuk Perang Yarmuk dan pengepungan Damaskus. Di masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, Zaid bin Tsabit adalah salah seorang yang mendapat penugasan untuk mengumpulkan dan menuliskan kembali Al-Quran dalam satu mushaf.


 Oleh karena itulah, KH. Baharuddin berharap MUI Makassar juga mengambil peran melahirkan penulis-penulis handal yang karya-karyanya akan menjadi legenda masa depan.(*)