Ketua MUI Makassar : Ada Sumpah Allah tentang Pentingnya Menulis

MUI Makassar – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, AG. KH. Baharuddin, menegaskan bahwa menulis sangat penting. Hal tersebut dapat kita pahami melalui sumpah Allah dalam Al-Quran bahwa demi kalam dan demi apa yang ditulis oleh kalam. Kalam adalah berbagai jenis alat untuk menulis


Hal tersebut disampaikan AG. KH. Baharuddin dalam sambutannya pada Pelatihan Jurnalistik yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar di Hotel Remcy Panakukang, Jalan Bolevard, Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/8/2021). Tema pelatihan adalah Menulis Ulama dan Ulama Menulis. Acara yang diikuti lebih 80 peserta ini dibuka Walikota Makassar diwakili Kepala Dinas Infokom Makassar, Denny Hidayat.


Menurut AG. KH. Baharuddin, tidak semua orang punya bakat menulis. Oleh karena itu, menulis perlu dipelajari , diasah dan dilatih secara konsisten. “Menulis itu sangat penting. Mudah-mudahan dalam pelatihan ini akan muncul penulis-penulis”,  tandas AG. KH. Baharuddin


AG. KH. Baharuddin  menambahkan bahwa ulama yang bisa menulis tidak banyak. "Oleh karena itu, jika belum bisa menulis, maka harus ada muridnya yang menuliskan. Setidaknya, kita semua nantinya harus menulis ulama,” katanya.


Kepala Dinas Infokom Makassar, Denny Hidayat,  menambahkan bahwa kenapa kita sampai saat ini masih bisa membaca skrip-skrip dalam muzhab Al-Quran? Hal taersebut karena ada penulis yang menulisnya.


Menurut Denny, menulis ulama dan ulama menulis sangat penting karena ulama perlu meninggalkan jejak agar tidak tenggelam oleh membludaknya informasi lain.


Hal lain adalah, dengan kecepatan informasi bisa menyebabkan banyak hoaks (berita bohong). Oleh karena itu, perlu adanya penulis yang menyampaikan kebenaran. Terakhir adalah banyak ragam informasi. (*)